Penyebab, Faktor Pendorong, Bangsa, Tokoh, dan Dampak Penjelajahan Samudra
A. Penyebab Dilakukan
Penjelajahan Samudra
Ramainya
perdagangan di Laut Tengah, terganggu selama dan setelah berlangsungnya Perang
Salib (1096 - 1291).
Dengan jatuhnya kota Konstantinopel (Byzantium) pada tahun 1453 ke tangan Turki Usmani, aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus. Sultan Mahmud II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya. Bangsa Barat menghadapi kendala krisis perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu bangsa Barat berusaha keras mencari sumbernya dengan melakukan penjelajahan samudra
Dengan jatuhnya kota Konstantinopel (Byzantium) pada tahun 1453 ke tangan Turki Usmani, aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus. Sultan Mahmud II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya. Bangsa Barat menghadapi kendala krisis perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu bangsa Barat berusaha keras mencari sumbernya dengan melakukan penjelajahan samudra
Eropa
pada tahun 1450 sampai 1650 menemui masa penemuan (Age of Discovery) dan masa perluasan
kekuasaan (Age of Expansion).
Ketika itu bangsa-bangsa Eropa sudah dapat mengembangka ilmu pengetahuan di
bidang geografi dan teknologi. Memang mereka tertinggal oleh bangsa Romawi dan
bangsa Islam selama berabad-abad lamanya. Namun rupanya, bangsa-bangsa Eropa
memiliki keinginan yang kuat untuk mengejar ketertinggalan itu. Mereka berlomba-lomba
mengarungi samudra, padahal mereka belum yakin apakah dunia ini bulat seperti
bola atau datar seperti meja. Mereka pun ingin berekspansi, membangun
wilayah-wilayah pendudukan atau koloni-koloni. Inilah awal kolonialisme Eropa Akhir abad ke-15, di Eropa timbul
suatu peristiwa gerakan Renaissance
dan Humanisme yang
bertujuan untuk mempelajari, menyelidiki dan menggali ilmu pengetahuan.
Semangat untuk dapat lebih dari masa lampau menimbulkan gerakan kemajuan.
Dengan
semangat kemajuan tersebut, maka pada abad ke-15 di Eropa melahirkan
temuan-temuan baru, misalnya temuan Nicolaus Copernicus bahwa bumi itu bulat. dan ditemukanya teknologi kompas.Hal ini
mendorong pelaut-pelaut dari Spanyol, Portugis dan negara-negara Eropa lainnya
untuk berlayar menjelajahi samudera mencari daerah baru.
Selain
itu, jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan
pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot
yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa
menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan
rempah-rempah, Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang, tetapi juga
menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Adanya semboyan imperalisme kuno Yang diirigi dengan semagat
kekalahan perang salib juga menimbulkan semboyan 3G : Gold (mencari kekayaan), Glory
(mencari kejayaan), Gospel (menyebarkan agama kristen). Semboyan tersebut
menjadi tujuan penjelajahan samudera. Selain
dengan Keinginan
Berpetualang yang
di ilhami dari kisah perjalanan Marcopolo pada 1254-1324
Kekuatan
kolonial utama bangsa eropa pada saat itu adalah Perancis, Inggris, Belanda,
Portugis, dan Spanyol. Bangsa-bangsa ini begitu tertinggak, sehingga baru pada
tahun 1350 mereka bisa melayari laut Tengah dan ujung barat di Spanyol dan
ujung timur di Turki. Padahal, orang-orang Romawi telah melakukan hal yang sama
lebih dari 1000 tahun sebelumnya. Bahkan pada abad ke-15, orang-orang Eropa
hanya tahu sedikit tentang permukaan bumi. Peta dunia dibuat pada tahun 1511
oleh Vessente Maggioli,
masih berdasarkan pada teori bumi sebagai tanah yang sambung menyambung. Teori
yang sudah usang ini diciptakan pada abad ke-2 oleh Ptolomeus, orang Yunani-Mesir.
Akibat anggapan tentang bumi yang salah. Maggioli menggambarkan Amerika sebagai
kelanjutan dari Asia. Dia tidak tahu bahwa beberapa benua dipisahkan oleh laut.
Untunglah
para pelaut eropa tidak menunggu peta yang tepat untuk pergi berlayar. Mereka
melakukan pelayaran dengan peta seadanya. Mengapa mereka begitu nekad Berlayar
dengan peta yang buruk? Rupaya mereka cukup percaya diri karena menguasai
teknologi peayaran dan persenjataan. Selain itu, mereka sangat bernafsu untuk
mendapatkan kekayaan, seperti emas dan rempah-rempah yang mahal.
Teknologilah
yang memungkinkan bangsa-bangsa Eropa melakukan penjelajahan dunia. Selai kapal
laut, Eropa Barat telah menyempurnakan meriam. Senjata ini mengeluarkan
dentuman yang menakutkan. Pelurunya bisa merusah benteng kayu bahkan kota.
Kisah keberhasilan Sultan
Muhammad II menaklukkan Konstantinopel pada
tahun 1453 adalah bukti kedahsyatan meriam. Sang sultan sangat beruntung,
karena para insinyur Eropa mau diupah untuk membuat 56 peluru meriam kecil dan
1 pucuk meriam raksasa yang mampu melontarkan peluru seberat 800 pon (363,2
Kg).
Teknologi
meriam sangat membantu para pelaut karena mereka kekurangan prajurit untuk
melindungi kapal. Kala itu, Eropa baru saja dilanda wabah kematian yang disebut "Black Death". Selain
kekurangan prajurit, mereka juga kekurangan pendayung yang biasanya menggunakan
para budak atau orang-orang terpidana.
Keberhasilan
menempatkan meriam di kapal akan percuma apabila para pembuat kapal tidak
menemukan cara memanfaatkan tenaga angin untuk menggantikan tenaga pendayung.
Semula, kendaraan perang di laut hanyalah perahu besar terbuka berawak puluhan
pendayung dan tenara. Kapal-kapal berlambung tertutup dan digerakan angin yang
ditangkap layar pada tiang, berhasil mengatasi masalah kekurangan pendayung dan
keseimbangan akibat tambahan bobot meriam dan hempasan ombak besar. Walau lebih
lamban daripada kapal dayung, kapal layar ini memuat lebih banyak barang dan
lebih lincah.
Pada
abad ke-15, para pelaut Eropa mulai mengenal kompas yang dibawa para pedagang
muslim dari Cina. Kompas sangat membantu untuk menentukan arah pelayaran.
Orang-orang Islam telah menemukan astrolobe pada
abad ke-12, juga berjasa bagi para pelaut Eropa. Alat itu dapat mengukur
ketinggian matahari dan benda langit lainnya. Dengan demikian, para pelaut
dapat mengetahui letak kapal dari gais khatulistiwa. Peralatan navigasi ini
lambat laun membantu menyempurnakan peta.
Jika
teknologi membantu pelayaran para penjelajah Eropa, apakah yang mendorong
mereka menempuh bahaya mengarungi lautan yang ganas, berkumpul dengan saingan
penduduk pribumi yang primitif? Pada dasarnya mereka mencari keuntungan
material. Para penjelajah itu terus terang mengakui motif itu. Bartholomeus Diaz berkata
motif utamanya adalah untuk menjadi kaya. Pelaut lainnya, Vasco da Gama,
motif utamanya adalah untuk menyebarka agama dan mencari rempah-rempah. Para
pelaut dan penjelajah itu religius sebagaimana orang zaman pertengahan,
nyatanya perilaku mereka tergolong modern dan materialistik.
B. Faktor Pendorong
Penjelajahan Samudra dan Penemuan Derah baru
Ada
beberapa faktor yang mendorong bangsa Eropa melakukan pelayaran dan
penjelajahan samudra. Di bawah ini akan dijelaskan perkembangan ilmu
pengetahuan, eknomi, politik, dan idealisme masyarakat Eropa pada abad
pertengahan.
1. Perkembangan
Ilmu Pengetahuan
Perkembangan ilmu pengetahuan pada akhir abad
pertengahan, menimbulkan perubahan besar dan cepat (revolusi). Hal itu
diperlihatkan dengan munculnya penemuan Nicolaus
Copernicus dengan
teori Heliosentris (helios=matahari, centrum=pusat), artinya tata
surya ini berpusat pada matahari. Teori heliosentris ini membantah teori lama
yang bersifat geosentris (geos=bumi, centrum=pusat). Ajaran
geosentris ini pada perkembangannya melahirkan suatu pandagan bahwa bumi ini
datar seperti meja. Ajaran geosentris didukung dan disahkan oleh gereja sebagai
salah satu ajaran resmi para penganut gereja khatolik.
Kemudian, teori heliosentris dipertegas dan diperjelas
oleh ilmuwan dari Italia,Galileo Galilei.
Karya ciptanya berupa teleskop, yang dapat mempelajari gugusan bintang. Akan
tetapi, gagasan Galileo dianggap bertentangan dengan ajaran gereja dan
dinyatakan sebagai ajaran sesat.
Perkembangan pemikiran baru dari Copernicus dan
Galileo di Eropa mengubah pandangan masyarakat Eropa tentang keberadaan bumi.
Pemikiran Copernicus dan Galileo menyatakan bahwa bumi ini bula dan matahari
sebagai pusat tata surya. Pernyataan itu mendorong orang-orang Eropa untuk
mengarungi lautan mencari daerah baru.
Keinginan untuk mengarungi samudra semakin besar,
ketika muncul buku karangan Marco Polo yang
berjudul "Imago Mundi"
(Citra Dunia) dan"Il Milline"
(Sejuta Keajaiban). Pada kedua buku ini dijelaskan tentang kekayaan yang
melimpah di negeri timur (Cina dan Jepang). Kekayaan itu berupa emas, perak,
dan sutra. Kisah dalam buku Marcopolo itu memberikan dorongan bagi para pelaut
Eropa untuk mengarungi samudra.
2. Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan faktor paling kuat yang
mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra. Sebelum menemukan daerah
pusat rempah-rempah, bangsa Eropa hanya mendapatkan hasil dagangan di
pusat-pusat perdagangan Asia Barat. Barang dagangan yang diperoleh berasal dari
India, Cina, Jepang, dan Asia Tenggara.
Keuntungan yang diperoleh oleh bangsa Eropa dengan
membeli barang dagangan dari pelabuhan Asia Barat sangat sedikit. Apalagi para
pedagang Asia Barat menjual barang dagangan dengan harga yang mahal. Karena itu
orang-orang Eropa berkeinginan mencari barang dagangan dari pusatnya. Dengan
begitu, mereka berharap memiliki keuntungan yang berlipat ganda.
3. Politik
Faktor berikutnya yang mendorong bangsa Eropa
melakukan penjelajahan samudra adalah peristiwa jatuhnya Konstantinopel ke
tangan penguasa Turki Usmania tahun1453. Peristiwa ini menyebabkan orang-orang
Eropa tidak mau berdagang di wilayah perdagangan Asia Barat. Akibatnya,
perdagangan antara dunia timur dan barat terputus.
Perkembangan beikutnya, bangsa Eropa mencari arah lain
untuk menuju dunia timur. Keadaan ini menimbulkan gerakan pelayaran dan
penjelajahan samudra secara besar-besaran.
4. Idealisme
Keberhasilan para pelaut Portugis dan Spanyol merintis
jalan laut menuju Nusantara, mendorong gelombang pelayaran berikutnya. Tidak
hanya ekspedisi dari Portugis dan Spanyol, meliainkan juga dari Inggris dan
Belanda. Bangsa Eropa yang datang ke dunia timur pun pada dasarnya
dilatarbelakangi oleh beberapa faktor idealisme, dan merupakan tujuan utama
mereka. Tujuan mereka sama yaitu Gold,
Glory, danGospel.
Gold secara harfiah berarti emas. Namun selain emas,
orang-orang Eropa secara khusus mencari rempah-rempah, yang merupakan sumber
kekayaan yang sangat penting dan laku dipasaran Eropa. Hasil pertanian ini
mereka perlukan untuk obat-obatan dan penyedap serta pengawet makanan. Terlebih
setelah terjadi Perang Salib,
orang-orang Eropa lebih terdorong untuk mendapatkan sumber kekayaan itu
langsung dari tempat asalnya.
Selain bermotifkan Gold, para penjelajah Eropa pun
mengharapkan Glory, otau kejayaan. Hampir setiap orang ingin berjaya. Hanya
anak kecil, orang tua yang pikun dan orang gila yang tidak memikirkan kejayaan.
Bukan orang Eropa saja yang mengejar kejayaan di Nusantara. Bahkan kata
"Nusantara" merupakan lambang kejayaan Majapahit yang berhasil
menundukan kerajaan-kerajaan yang lemah. Setelahmendapatkan daerah
rempah-rempah, bangsa-bangsa Eropa mempunyai idealisme penguasaan daerah
tersebut guna mencapai kejayaan.
Idealisme terakhir dari para penjelajah Eropa adalah
menyebarkan agama Nasrani (gospel). Salah seorang tokoh penyebar agama Nasrani
di Indonesia bagian timur, seperti di Makassar, Ambon, Ternate, dan Morotai
adalah Franciscus
Xaverius atau Santo
Francis Xavier (1506-1552). Xaverius bersama Santo Ingatius de Loyola mendirikanOrdo Yesuit.
C. Bangsa Pelopor
Penjelajahan Samudra
Negara-negara yang memelopori penjelajahan samudra
adalah Portugis dan Spanyol, menyusul Inggris, Belanda, Prancis, Denmark, dan
lainnya. Untuk menghindari persaingan antara Portugis dan Spanyol, maka pada
tanggal 7 Juni 1494 lahirlah Perjanjian Tordesillas. Paus membagi daerah
kekuasaan di dunia non-Kristiani menjadi dua bagian dengan batas garis
demarkasi/khayal yang membentang dari kutub Utara ke kutub Selatan. Daerah
sebelah Timur garis khayal adalah jalur/kekuasaan Portugis, sedangkan daerah
sebelah Barat garis khayal adalah jalur Spanyol.
a. Penjelajahan Portugis
` Bartholomeus Diaz menyusuri
pantai barat Afrika, kemudian mengitari Tanjung Harapan pada tahun 1487. Dia
harus kembali ke Portugis karena dihadang topan dan sebagian awaknya
memberontak. 10 tahun kemudian rintisan Diaz dilanjutkan oleh Vasco da Gama. 2
tahun pelayaran cukup memuaskan, Vasco da Gama kembali ke Lisbon dengan membawa
contoh barang dari India. Raja Manuel (1495-1521)
mengirim 13 kapal untuk menyiapkan pos perdagangan di India. Armada itu
dipimpin oleh Pedro
Alvares Cabral dan dibantu oleh Bartholomeus Diaz.
Telah
berabad-abad pelau muslim menguasai jalur perdagangan di samudra Hindia. Mereka
tidak mau melepaskan kepada pelaut Portugis dengan sukarela. Pertempuran pun
tidak bisa dihindari. Armada Portugis merebut pelabuhan-pelabuhan muslim yang
strategis. Atas kemenangan tersebut,Portugis menunjuk Alfonso de Albuquerque
sebagai Gubernur India tahun 1509-1515. Dominasi Arab di Asia Selatan berakhir
setelah meriam-meriam Albuquerque menaklukkan pelabuhan Kalikut, Ormuz, Goa dan
Malaka.
b. Penjelajahan Spanyol
Bangsa
Spanyol mampu membiayai penjelajahan samudranya setelah Ratu Isabella dan Raja
Ferdinand berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil. Para penguasa Khatolik
mengurangi kekuatan para bangsawan, merampingkan birokrasi pemerintahan, dan
menyisihkan orang-orang yang merongrong kekuasaan, yaitu kaum muslim dan
yahudi. Kerajaan Spanyol menjadi sangat kuat.
Ratu
Isabella mempercayakan 3 kapalnya dibawah pimpinan Christoper Columbus. Kapal
Santa Maria, Pinta, dan Nina berlabuh pada bulan Oktober 1492 di sebuah pulau
di Karibia. Columbus menamainya San Salvador. Dia mengira pulau itu adalah
bagian dari India. Selama 10 tahun Columbus melakukan 4 kali pelayaran. Selama
itu ia menemukan Haiti yang disebutnya Dominika, lalu San Salvador, Puerto Rico,
Jamaika, Kuba, Trinidad, dan Honduras di Amerika Tengah.
Pelayaran
Columbus sangat berguna bagi pelayaran selanjutnya. Columbus dan teman-temannya
juga berhasil meng-Kristenkan orang-orang Indian. Walaupun sedikit harta yang
dibawa pulang Columbus, armadanya telah membuka jalan untuk penjelajahan lebih
jauh. Tahun
1519, Raja Charles V mengutus Ferdinand Magellanuntuk
menemukan jalan langsung ke kepulauan Maluku. Magellan menyebrangi Atlantik
menuju Brazil. Pelayaran berlanjut ke selatan untuk mengitari ujung benua
Amerika. Kemudian, armadanya mengarungi Pasifik sampai Fillipina. Nama Filipina
dipakai untuk menandai keberhasilan Raja
Phillip II, setelah kepulauan itu dikuasai tahun1560.
Magellan
terbunuh, namun pelayaran dilanjutkan oleh Juan
Sebastian del Cano.Armada itu berlayar dari Maluku, lalu ke Timor,
menyebrangi samudra Hindia hingga ke Tanjung Harapan. Akhirnya mereka kembali
ke Spanyol setelah melayari Pantai barat Afrika. Pelayaran ini membuktikan
teori Copernicus dan Galileo bahwa bumi itu bulat, bahkan setelah itu mereka
tahu bahwa bumi lebih luas daripada yang mereka bayangkan.
Beberapa
penjelajahan terkenal telah berhasil menemukan pengganti jalur darat yang
dikuasai Sultan Turki. Mereka adalah Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama, dan Alfonso de Albuquerque dari
Portugis. Sedangkan Spanyol Mengutus Christopher
Columbus, pelau Genoa (Italia), dan Ferdinand Magellan.
D. Tokoh-Tokoh Penjelajah Samudra
a. Pelayaran Orang-orang
Portugis
Orang-orang
Portugis menjadi pelopor berlayar mencari tempat asal rempah-rempah. Hal ini
tidak lepas dari kiat Pangeran Henry Mualim (Henry Navigator) yang memberi
hak-hak istimewa kepada keluarga-keluarga saudagar sukses dari Italia, Spanyol,
dan Prancis. Tujuannya supaya mereka bersedia tinggal dan berdagang di ibukota
Portugis. Berikut ini penjelajah-penjelajah yang berasal dari Portugis.
1) Bartholomeu Dias
Bartholomeu Dias berangkat dari
Lisabon (Portugis) pada bulan Agustus 1487. Ketika sampai di ujung Selatan
benua Afrika, kapal Dias terkena badai topan. Setelah badai reda, Dias kembali
ke Portugis. Oleh Dias dan rombongannya, ujung Selatan Benua Afrika dinamai
Tanjung Badai. Namun, Raja Portugal Joao II mengganti namanya menjadi Tanjung
Harapan (Cape of Good Hope) karena untuk menghilangkan kesan menakutkan dan
tempat tersebut dianggap memberikan harapan bagi bangsa Portugis untuk
menemukan Hindia

2) Vasco da Gama
Pada tanggal 8 Juli 1497, Raja Portugis Manuel I
memerintahkan Vasco da Gama mengikuti jejak Dias. Ekspedisinya dilakukan
melalui laut sepanjang pantai Afrika Barat.
Dalam pelayarannya, Vasco da Gama sempat singgah di pantai Afrika Timur. Atas
petunjuk mualim Moor, da Gama melanjutkan ekspedisinya memasuki Samudra Hindia
dan Laut Arab. Perjalanan Vasco da Gama tiba di Calcuta pada tanggal 22 Mei
1498. Di Calcuta, Vasco da Gama berupaya mendirikan pos perdagangan.
3)
Alfonso d’ Albuquerque
Setelah
beberapa lama menduduki Calcuta, orang Portugis sadar bahwa penghasil
rempah-rempah bukan India. Ada tempat lain yang menjadi pusat perdagangan
rempah-rempah di Asia, yaitu Malaka. Oleh karena itu ekspedisi ke Timur
dilanjutkan kembali.
Bagi
Portugis, cara termudah menguasai perdagangan di sekitar Malaka adalah dengan
merebut atau menguasai Malaka. Oleh karena itu, dari Calcuta, Portugis
mengirimkan ekspedisi ke Malaka di bawah pimpinan Alfonso d’ Albuquerque.
Ekspedisi d’ Albuquerque tersebut berhasil menaklukkan Malaka pada tahun 1511.
b. Pelayaran Orang-orang
Spanyol
1)
Christopher Columbus
Pada
tanggal 3 Agustus 1492, dengan menggunakan tiga buah kapal yaitu Santa Maria,
Nina, dan Pinta, Columbus mulai berlayar mencari sumber rempah-rempah di dunia
Timur. Setelah berlayar lebih dari 2 bulan mengarungi Samudra Atlantik,
sampailah Columbus di Pulau Guanahani yang terletak di Kepulauan Bahama,
Karibia. Ia merasa telah sampai di Kepulauan Hindia Timur yang merupakan sumber
rempah-rempah. Ia menamai penduduk asli di kawasan itu sebagai Indian.
Selanjutnya Kepulauan Bahama dikenal sebagai Hindia Barat. Columbus bersama
seorang penyelidik bernama Amerigo Vespucci antara tahun 1492 – 1504, berlayar
terhitung 4 kali. Mereka menemukan benua baru yang diberi nama Amerika. Jadi
penemu Benua Amerika adalah Christopher Columbus. Sejak Columbus menemukan
benua Amerika, menyusul pelaut-pelaut Spanyol seperti Cortez dan Pizzaro.
Cortez menduduki Mexico pada tahun 1519 dengan menaklukkan suku Indian yaitu
Kerajaan Aztec dan suku Maya di Yucatan. Pizzaro, pada tahun 1530 menaklukkan
kerajaan Indian di Peru yaitu suku Inca.
2) Ferdinand Magelhaens (Magellan)
Pada
tanggal 10 Agustus 1519, Magelhaens berlayar ke Barat didampingi oleh Kapten
Juan Sebastian del Cano (Sebastian del Cano) dan seorang penulis dari Italia
yang bernama Pigafetta. Penulis inilah yang mengisahkan perjalanan
Magelhaens-del Cano mengelilingi dunia yang membuktikan bahwa bumi itu bulat
seperti bola. Pada tahun 1520, setelah menyeberangi Samudra Pasifik, sampailah
rombongan Magelhaens di Kepulauan Massava. Kepulauan ini kemudian diberi nama
Filipina, mengambil nama Raja Spanyol, Philips II. Dalam suatu pertempuran
melawan orang Mactan, Magelhaens gugur (27 April 1521). Akibat peristiwa itu
rombongan bergegas meninggalkan Filipina dipimpin oleh Sebastian del Cano,
menuju Kepulauan Maluku. Magelhaens dianggap sebagai orang besar dalam dunia
pelayaran karena menjadi orang yang pertama kali berhasil mengelilingi dunia.
Raja Spanyol memberi hadiah sebuah tiruan bola bumi. Pada tiruan bola bumi itu
dililitkan pita bertuliskan ‘Engkaulah yang pertama kali mengitari diriku’.
c. Pelayaran orang-orang
Inggris
1)
Sir Francis Drake
Pada
tahun 1577 Drake berangkat berlayar dari Inggris ke arah Barat. Dalam
pelayarannya, rombongan ini memborong rempah-rempah di Ternate. Setelah
mendapatkan banyak rempah-rempah Drake pulang ke negerinya dan sampai di
Inggris pada tahun 1580. Pelayaran Drake ini belum memiliki arti penting secara
ekonomis dan politis.
2)
Pilgrim Fathers
Pada
tahun 1607 rombongan yang menamakan diri Pilgrim Fathers melakukan pelayaran ke
arah Barat. Kapal yang bernama May Flower berhasil membawa rombongan ini
mendarat di Amerika Utara.
.3)
Sir James Lancester dan George Raymond
Pada
pelayaran tahun 1591, Lancester berhasil mengadakan pelayaran sampai ke Aceh
dan Penang, sampai di Inggris pada tahun 1594. Pada bulan Juni 1602, Lancester
dan maskapai perdagangan Inggris (EIC) berhasil tiba di Aceh dan terus menuju
Banten. Di Banten, dia mendapatkan izin dan mendirikan kantor dagang.
4)
Sir Henry Middleton
Pada
tahun 1604 pelayaran kedua EIC yang dipimpin Sir Henry Middleton berhasil
mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Terjadi persaingan dengan VOC.
Selama tahun 1611 - 1617, orang-orang Inggris mendirikan kantor dagang di
Sukadana (Kalimantan Barat Daya), Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman,
dan Jambi.
5)
William Dampier dan James Cook
Pada
tahun 1688, Dampier melakukan pelayaran dan berhasil mendarat di Australia. Ia
terus melanjutkan pelayaran dengan menelusuri pantai ke arah Utara. Sedangkan Pada tahun 1770 Cook berhasil
mendarat di pantai Timur Australia dan menjelajahi pantai Australia secara
menyeluruh pada tahun 1771. Oleh karena itu, James Cook sering dikatakan
sebagai penemu Benua Australia.
d. Pelayaran Orang-orang
Belanda
Biasanya
para pedagang Belanda membeli dagangan rempah-rempah dari Portugis di pusat
pasar Lisabon. Namun setelah Lisabon dikuasai Spanyol, Belanda mencari jalan
menuju daerah penghasil rempah-rempah. Walaupun Portugis berusaha merahasiakan
jalan ke pusat penghasil rempah-rempah, tetapi Belanda berhasil menyusul
Portugis dan Spanyol.
Berikut
ini beberapa pelaut Belanda yang melakukan penjelajahan ke dunia:
1) Barentz
Pada
tahun 1594, Barentz mencari daerah Timur (Asia) melalui jalur lain yaitu ke
Utara. Perjalanan Barentz terhambat karena air laut membeku sesampainya di
Kutub Utara. Ia berhenti di sebuah pulau yang dikenal dengan nama Pulau Novaya
Zemlya, kemudian memutuskan untuk kembali tetapi meninggal dalam perjalanan.
2)
Cornelis de Houtman
Pada tahun 1595, de Houtman
dengan empat buah kapal yang memuat 249 orang awak beserta 64 meriam, memimpin
pelayaran mencari daerah asal rempah-rempah ke arah Timur mengambil jalur
seperti yang ditempuh Portugis. Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman bersama
rombongan sampai di Indonesia dan mendarat di Banten.
3) Jan Piterszoon Coen
Rakyat
Belanda yang pertama kali tiba di Banten
Abel Tasman berlayar
mencapai perairan di sebelah Tenggara Australia. Pada tahun 1642 ia menemukan
sebuah pulau yang kemudian dikenal dengan nama Pulau Tasmania.
Dampak
penjelajahan samudra dan penemuan daerah baru yakni berupa sisi positif dan
negatif, sisi postifnya antara lain yakni adanya uji coba terhadap kebenaran
suatu ilmu pengetahuan. Seperti pembuktian terhadap kebenaran bumi bulat serta
penerapan ilmu-ilmu Navigasi dan maritim yang berguna bagi dunia pelayaran hingga saat ini,
berkembangnya agama katolik dan protestan. Di berbagai belahan dunia. Yang di
bawa dan disebarkan oleh para penjelajah dan penemu daerah baru ( Gospel ).
Serta berubanya pola perdagangan yang semula bersumber langsung dari daerah
asal menjadi sistem perdagangab transito yang mengakibatkan berbaurnya
kebudayaan lokal dengan kebudayaan yang baru atau asing yang dibawa oleh para
pejelajah samudra terserbut.
Namun
semua sisi baik atau positif tersebut tidak terbayar mahal dengan sisi negatif
yang ditimbulkan oleh penjelajahan samudra dan penemuan daerah baru tersebut
segi negatifnya yakni kebencian terhadap kaum muslim. Dilandasi Semangat reconguesta, yaitu
semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun yang dijumpainya
sebagai tindak lanjut dari Perang Salib. Selain
itu dampak atau sisi negatif lain dari penjelajahan dan penemuan daerah baru
yakni adanya suatu faham yang berkembang dan cenderung menyimpang yakni Kolonialisme dan Imperialisme dimana
pengertiannya bahwa Kolonialisme adalah
suatu usaha untuk melakukan system permukiman warga dari suatu Negara diluar
wilayah Negara induknya atau Negara asalnya.sedangakan Imperialisme sendiri adalah usaha memperluas wilayah
kekuasaan atau jajahan untuk mendirikan imperium atau kekaisaran. Atau secara implisit dapat
diartiakan sebagai sebuah penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat terhadap
bangsa atau daerah baru yang telah ditemukan bahkan dikuasainya baik secara
moril ataupun materil atau kekayaan dan eksploitasi terhadap kekayaan alamnya.
Dengan semboyan Glory dan Goldnya. Disamping monopoli perdagangan yang
diterapkanya.
Hal-hal
tersebut diatas adalah contoh dan dampak serta akibat yang ditimbulkan oleh
penjelajahan samudra dan penemuan daerah baru yang dilakukan oleh
bangsa-bangsan barat baik Portugis, Spanyol, Belanda maupun Inggris














Tidak ada komentar:
Posting Komentar